Masuk

Ingat Saya

Telaah Situs Islam

Perkembangan sains dan teknologi semakin mempermudah aktivitas dan kebutuhan manusia. Salah satu produk teknologi ialah internet. Semua orang mudah mengakses internet. Dari orang tua hingga anak kecil biasa berselancar di internet. Internet menjadikan dunia seakan tanpa sekat ruang dan waktu. Internet menyusuri dunia yang tidak pernah tidur dan selalu beraktivitas. Dunia maya memang tidak riil dibandingkan dunia nyata, namun terkadang orang lebih terbuka ketika di dunia maya daripada di dunia nyata. Kini internet seakan menjadi kebutuhan pokok.
Berbagai agenda seperti penyebaran informasi, isu, dan propaganda bisa dimulai dari internet. Celakanya apa yang beredar di dunia maya terkadang begitu saja dianggap sebagai fakta atau kebenaran tanpa validasi dan klarifikasi. Informasi dari internet mempengaruhi persepsi pengaksesnya. Informasi dari internet kemudian juga bisa menjadi dasar tindakan. Informasi dari situs-situs di internet dapat menyebar cepat termasuk melalui jejaring sosial. Begitupun dengan informasi yang beredar di dunia maya entah benar atau salah, entah itu fakta, opini, dugaan, fitnah akan dianggap sebagai suatu kewajaran bahkan dianggap sebagai kebenaran. Berbagai informasi tersebut berkembang hampir tanpa melalui klarifikasi, karena ketika beredar sudah dianggap sebagai fakta.
Orang senang mencari informasi berbagai hal termasuk dalam hal agama di internet. Mesin pencari(search engine) yang paling populer adalah google. Karena saking populernya pencarian melalui google sampai muncul guyonan ‘tanya pada Mbah Google’, atau belajar pada ‘Syekh al Googli’. Dalam menjawab persoalan kehidupan sehari-hari, kita lebih memilih mencari jawaban sendiri lewat internet daripada bertanya pada tokoh/ahli di lingkungan kita. Orang lebih senang mencari informasi tentang agama islam melalui internet daripada bertanya pada kyai, ustadz, atau ulama apalagi duduk berjam-jam mendengarkan ceramah apalagi membaca kitab. Dengan internet bisa leluasa memilih siapa yang menjadi guru, sumber materi, dan sumber informasi. Di dunia maya orang justru tidak sungkan untuk menanyakan atau menemukan jawaban berbagai masalah dari yang remeh sampai tabu.
Melalui berbagai situs internet kita bebas memilih materi yang disukai dan dibutuhkan, namun yang perlu diingat ialah sebaiknya jangan hanya mengandalkan belajar islam melalui internet tapi tetap mencari sumber lain terutama guru dan buku. Fenomena belajar islam melalui internet searah dengan keinginan umat muslim untuk menjalankan praktik agama yang benar, mencari jawaban atas masalah keagamaan dan menambah ilmu keagamaan. Hal itu kemudian juga memicu banyaknya aktivitas dakwah islam melalui internet. Dakwah melalui internet relatif efektif dan potensial karena mampu menembus ruang dan waktu secara singkat dengan biaya dan energi yang efisien.
Yang perlu dipahami adalah internet bagaikan hutan belantara. Dengan mudah dapat ditemukan hal yang bermanfaat namun di sisi lain data yang diharapkan bisa jadi keliru bahkan pada titik tertentu bisa menjerumuskan dan menyesatkan. Masyarakat muslim berada di tengah gencarnya persebaran berbagai paham keagamaan. Informasi tentang gerakan, ajaran dan manuver paham-paham baru relatif lebih mudah tersebar melalui internet. Berbagai kelompok ekstrimis dan radikal aktif mempropagandakan pahamnya melalui media internet.
Sejatinya semakin banyak materi keislaman yang beredar di dunia maya semakin bagus, namun kelemahannya ialah para penyaji informasi tidak selalu mereka yang ingin berbagi informasi yang benar. Bisa jadi berbagai situs sengaja menyajikan paham yang tidak sesuai. Tampilan kekerasan yang disajikan oleh beberapa situs hanya akan membuat wajah islam menjadi seram, sadis dan lekat dengan kebrutalan. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengimbangi hal tersebut adalah menambah aktivitas dakwah penyebaran ajaran islam yang rahmatan lil ‘alamin. Jadi situs-situs islam dan kontennya perlu diperbanyak.
Pemerintah yang berperan sebagai regulator selayaknya mengawasi dan membina. Salah satu kebijakan yang bisa dilakukan adalah pembinaan terhadap pengelola situs-situs yang bernuansa keagamaan. Hal lain yang bisa dikerjakan untuk meminimalisir dampak situs yang menyesatkan ialah mengembangkan sebanyak mungkin situs dengan konten keislaman oleh pemerintah yang dilakukan instansi terkait dengan melibatkan tokoh agama.

bungdovi94
Dengan
Masyarakat Cinta Damai yang menjunjung tinggi nilai Nasionalisme